Ikut organisasi adalah hal baru bagi saya. Karena selama sekolah di MTs saya tidak pernah ikut organisasi apapun. Dan saat ini, saya adalah ketua umum Pers Jurnalistik. Sesuatu yang cukup mebingungkan dan excited. Belum ada dua tahun pengalaman saya dalam berorganisasi sudah harus menerima amanah yang cukup berat. Tapi saya bersyukur, dari sini saya bisa belajar dan menambah pengalaman. Dan lagi masih ada orang-orang hebat yang mendukung saya di belakang.
* * *
Biasanya, Raker (rapat kerja) sebuah organisasi dilaksanakan di awal masa kepengurusan. Tapi tidak dengan raker OSIS yang saya ikuti. Raker yang semestinya dilaksanakan setidaknya pada bulan Oktober, justeru dilaksanakan pada bulan Februari. Itu artinya sudah melebihi setengah masa kepengurusan. Saya sebagai anggota tidak mau mempermasalahkan hal ini lebih jauh karena hal itu bukan inti dari tulisan saya ini. Dalam catatan ini saya ingin membahas tentang pengalaman keorganisasian.
Berhubungan dengan raker OSIS, meskipun belum berpengalaman saya punya catatan yang cukup menarik setidaknya untuk saya sendiri. Sebelumnya seorang senior (saya banyak belajar dari dia) saya pernah menginformasikan kepada saya apa sebenarnya raker OSIS itu. Bayangan pertama saya adalah rapat yang menjenuhkan (ternyata benar dugaan saya) dan disertai debat-debat yang menegangkan. Dan setelah saya ikut raker tersebut, saya membuktikan bahwa raker itu memang menjenuhkan tapi tidak menegangkan sama sekali seperti yang diinformasikan senior saya. Tapi di raker ini saya cukup banyak belajar berorganisasi.
Kalau sesuai dengan prosedur, proker (program kerja) dibuat oleh pembina dengan masukan dari pengurus organisasi. Tapi di Matrix campus prosedur ini jauh melenceng. Proker bisa dikatakan 100% dibuat oleh pengurus organisasi dan posisi pembina hanya sebagai pemberi masukan dan mengesahkan proker yang sudah dibuat dan diajukan. Dari Waka Kesiswaan, Pak Agus, memberi sedikit komentar terhadap cara kerja organisasi yang belum sesuai dengan aturan yang berlaku. Saya sebagai pemula agak sulit menerima tapi saya rasa inti dari komentar dan arahan beliau adalah bagaimana organisasi-organisasi di sekolah bisa berjalan dengan tertib dan seirama. Dari sini saya meresa bahwa berorganisasi ternyata cukup bertele-tele dan melelahkan.
Lebih jauh Pak Agus menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara organisasi dan sekolah. Hal ini terutama menyangkut pendanaan dan kelancaran kegiatan. Saya yakini nasehat ini benar dan saya sudah punya buktinya. Bukti yang paling tampak adalah majalah sekolah yang dikelola organisasi saya dan yang paling anyar adalah acara penempuhan slayer PMR yang gagal terselenggara.Sungguh sangat disayangkan acara sepenting itu sampai gagal. Sekali lagi berorganisasi itu sangat melelahkan.
Tentang jalannya acara raker, saya rasa raker ini belum bisa dikatakan mencapai tujuannya. Sepanjang pengamatan saya, raker OSIS tahun ini terkesan hanya sebagai wadah sosialisasi proker organisasi-organisasi yang bernaung di bawah OSIS. Kehadiran pembina pun tampak hanya sebagai pemantau. Beliau-beliau pun telah menegaskan bahwa mereka menyerahkan sepenuhnya raker ini pada teman-teman organisator. Karena tampaknya para pembina belum bisa sepaham satu sama lainnya. Pak Fahris, pembina KIR, memberikan komentar bahwa seharusnya para pembina berkoordinasi dengan organisasi binaannya dan pembina-pembina organisasi lain agar tiap kegiatan yang diadakan nantinya benar-benar terukur dan terpantau.
Catatan akhir yang saya peroleh dari raker ini adalah pentingnya koordinasi dan adanya kesepahaman antarorganisasi dan sekolah sebagai pihak yang bertanggung jawab langsung terhadap kegiatan siswa. Sangat bertete-tele dan melelahkan. Tapi di balik itu semua saya bisa belajar dan berbenah agar lebih baik. Hal penting lainnya adalah organisasi-organisasi itu adalah juga terikat pertemanan. Saya salut OSIS telah memberi media yang baik bagaimana mengusahakan agar pertemanan itu tetap terjaga tanpa terbentur oleh kepentingan-kepentingan sepihak. Saya jadi lebih semangat.
Mandalawangi, 28 Februari 2009
Kamis, 05 Maret 2009
Koordinasi Itu Penting
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar