Setelah melalui perjuangan yang alot, Penempuhan KTA (Kartu Tanda Anggota) Pers Jurnalistik berhasil digelar. Kali ini sedikit berbeda karena diadakan hanya sehari, tidak seperti tahun lalu yang diadakan selama dua hari. Karena hanya sehari (tanggal 22 februari) saja maka kegiatan jelajah malam yang notabene sebagai tes mental tak dapat dilaksanakan. Padahal acara inilah sebenarnya inti dari penempuhan ini. Harapan saya, selain teruji kemampuannya peserta juga memiliki mental yang kuat. Tak apalah, setidaknya ada hal-hal lain yang membuat saya sebagai ketua Pers jadi sedikit lega.
Penempuhan KTA, sejak awal dilaksanakan adalah dalam rangka menguji anggota kelas X untuk mencapai kompetensi tertentu tentang kejurnalistikan dan uji mental pertama. Nantinya peserta yang lulus uji akan mendapat kartu pers sebagai tanda bahwa ia adalah seorang jurnalis. Tema yang diusung untuk tahun ini adalah better generation (generasi yang lebih baik). Jadi, idealnya mereka disiapkan untuk menjadi jurnalis-jurnalis muda yang lebih kreatif, kritis, dan siap secara mental. Nah, inilah yang menjadi titik berangkat Penempuhan KTA 2009. Dengan memercayai bahwa para jurnalis muda ini dapat menjadi pembantah anggapan beberapa orang yang menganggap bahwa profesi jurnalis adalah kotor dan tidak punya aturan.
Sejak seminggu sebelum penempuhan, panitia telah memberikan tugas khusus bagi peserta. Tugasnya cukup simpel mencari informasi all about features, mencari contohnya di koran, dan membuat sendiri feateres secara berkelompok. Tiap kelompok kami buat komposisinya dari kelas yang berbeda-beda. Tugas meang simpel, tapi kami coba bagaimana mereka mengordinasikan anggotanya yang berbeda kelas dan bahkan ada yang belum kenal. Tujuannya satu, keakraban. Dengan deadline yang hanya beberapa hari kami harap mereka dapat belajar secara tidak langsung untuk mengordinasikan anggotanya.
Saat hari H, saya datang terlambat. Tapi syukurlah tak ada hal penting yang terlewat. Dari dua materi yang panitia berikan, featurs dan majalah mini, saya rasa mereka antusias. Suasana cukup hidup dan respect peserta terhadap pemateri cukup baik. Satu yang saya sayangkan adalah waktu yang pendek. Tak sempat diadakan tanya jawab langsung kepada pemateri. Alhasil, pertanyaan peserta ditulis di selembar kertas dan akan dijawab oleh pemateri, Pak Tauhid Wijaya, lewat bolg beliau. Antusiasme yang kurang mendapat perhatian. Saya rasa peserta agak kecewa dengan hal ini.
Jam 10.30 acara berlanjut dengan praktek pembuatan majalah mini. Secara teknis tak banyak kendala dari para peserta. Intinya adalah bagaimana peserta membuat beberapa lembar kertas kosong yang diberikan panitia menjadi sebuah majalah kreatif yang unik. Dari hasil yang dikumpulkan, saya salut. Daripada tahun lalu dengan alokasi waktu dua jam, dan tahun ini hanya satu setengah jam, saya katakan kreatifitas mereka tergolong tinggi. Sungguh, saya melihat karya mereka cukup atrkatif dan fresh. Tinggal dikembangkan saja. Namun itu saja belum selesai. Peserta masih harus memresentasikan karya majalah mini tersebut dan juga makalah features yang mereka buat sebelumnya.
Dari pengamatan saya, tampaknya peserta masih belum siap untuk bicara di depan umum, terkecuali beberapa. Kesan gagap dan bingung masih terasa. Saya yakin mereka menguasai materi presentasi, hanya saja begitu mereka berdiri di hadapan umum semuanya kabur. Cukup disayangkan sebenarnya, tapi setidaknya peserta telah mencoba untuk bicara. Dan penyampaian mereka dapat saya nilai cukup kreatif , tinggal mengasah bagaimana mereka harus bicara di depan umum. Itu poinnya. Selanjutnya peserta menghadapi tes pemahaman kode etik pers. Sebenarnya inti tes ini bukan sekedar paham dan hafal tapi juga penguji atau kakak pendamping harus bisa memotivasi adik-adiknya. Sekali lagi saya agak kecewa. Lagi-lagi terbatas dengan waktu. Saya saja merasa belum tuntas tapi waktu sudah habis.
Selanjutnya adalah penutupan dan pengukuhan. Cukup respectable, hanya saja saat pengukuhan saya merasa agak kurang baik dan maksimal. Secara keseluruhan saya jamin mereka punya kreatifitas dan siap dikembangkan. Hanya saja satu catatan saya, eksplorasi mental mereka masih terbilang kurang. Mereka belum tergembleng dengan maksimal. Inilah tugas rumah yang cukup berat buat jajaran pengurus kelas XI. Agak disayangkan juga salah satu faktornya adalah waktu yang terbatas. Ini harus segera dipikirkan.
Akhirnya, saya sampaikan selamat dan salut atas usaha adik-adik kelas X. memang sebagian dari anda belum memperoleh KTA, tapi saya yakin itu hanya masalah waktu sampai kami dari pengurus kelas XI merasa yakin anda pantas mendapatkan KTA. Selamat berkreatifitas dan tunjukkan eksistensi anda. Ingat, Jurnalis tak akan pernah hidup tanpa anda-anda semua!!
Mandalawangi, 26 Februari 2009
Senin, 02 Maret 2009
CATATAN PENEMPUHAN KTA PERS JURNALISTIK 2009 LEBIH KREATIF, KURANG EKSPLORASI MENTAL
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar